Menurut Anda, mana yang lebih penting Attitude atau Kompetensi ?

Menurut Anda, mana yang lebih penting Attitude atau Kompetensi ?

Beberapa hari yang lalu kita sudah bicara soal Bus AKAP vs Bus Pariwisata. Dimana suasana di Bus Akap terasa lebih kaku, sunyi, dan tanpa keceriaan karena mereka memiliki tujuan yang berbeda beda walaupun memiliki arah yang sama. Sebaliknya, pada bus pariwisata terdapat suasana yang lebih hidup, lebih ceria, ada aktivitas-aktivitas yang mengundang kegembiraan. Itu disebabkan karena semua orang menuju lokasi dan arah yang sama.

Dalam analogi ini, diibaratkan sebuah perusahaan yang setiap karyawannya mengerti dan menghayati visi misi perusahaan serta dengan sadar mendayagunakan segenap potensi yang dimilikinya untuk mencapai tujuan perusahaan adalah sebuah bus pariwisata. Sedangkan bus AKAP adalah perumpamaan bagi perusahaan berisi karyawan yang tidak memahami, tidak menghayati atau bahkan tidak mengetahui apa visi misi perusahaan. Mereka kerja hanya untuk menutupi kebutuhan hidup, bukan untuk membantu perusahaan mencapai tujuan.

Nah sebelum itu, Jim Collins dalam bukunya yang legendaris yaitu “Good To Great”, menjelaskan bahwa setiap perusahaan hebat (great) yang ia pelajari, semua memiliki sebuah kesamaan. Jika CEO ibarat sopir bus, mereka pertama memasukkan orang-orang yang tepat ke dalam bus, dan meletakkan mereka di kursi yang tepat, serta tidak lupa menurunkan orang-orang yang tidak tepat dari bus. Baru kemudian bersama-sama menentukan tujuan.

Orang yang tepat ternyata lebih penting dari tujuan yang tepat.

Disinilah bagian recruitment dan selection dalam sebuah perusahaan memainkan peranan penting.

Mari kita bedah bagaimana para recruiter selama ini telah salah dalam melakukan recruitment. Di banyak perusahaan, ketika melakukan recruitment terhadap fresh graduate, IPK dari reputable university biasanya adalah tahap seleksi pertama sebelum sisa isi curriculum vitae nya di baca oleh para recruiter. CV yang berisi IPK dibawah 3.00 (sebagai contoh) maka akan otomatis gugur dalam seleksi surat lamaran.

Baca juga :   5 Tips Sukses Menjadi First Line Leader baru

Ini adalah kesalahan besar! IPK belum tentu sama dengan performance! Kandidat dengan IPK bagus belum tentu tepat, dan kandidat dengan IPK rendah belum tentu tidak tepat.

Tapi apakah kemudian IPK menjadi tidak penting… ?  Bukan begitu. IPK tinggi dari reputable university memang perlu dipertimbangkan. Tetapi sebagai faktor nomor 2, atau bahkan faktor nomor 3.

Jadi apa faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat melakukan recruitment? Jawabannya adalah attitude. Sikap dan perilaku.

Kenapa attitude? Karena faktor kompetensi (yang salah satunya dilihat dari IPK) sesungguhnya lebih mudah dikembangkan dan ditingkatkan dengan berbagai metode pelatihan, experiential learning program, mentoring, coaching, dll. Tetapi mengubah attitude itu sungguh sangat sulit. Dan lama!

So, kalau kita mendapatkan orang yang kurang kompeten tapi memiliki attitude baik akan lebih mudah mendidiknya ketimbang orang kompeten dengan attitude jelek. Hint : semua koruptor di Indonesia adalah orang-orang pintar!

Google melakukan ini (coba tonton film The Internship), mereka tidak mencari orang yang pintar saja. Tetapi mereka mencari orang yang memiliki sifat “googler”. Zapos melakukan ini, mereka bahkan melakukan performance appraisal berdasarkan perilaku sehari-hari, bukan pencapaian kinerja! Dan ternyata itu sangat berhasil sekali diterapkan.

Bukan berarti aspek kompetensi tidaklah penting. No no no. Bukan begitu. Tetapi kompetensi dilihat sebagai prioritas kedua (atau ketiga), prioritas utama adalah memilih orang yang memiliki attitude tepat. Perusahaan yang hebat, menurut jim collins, tidak pernah mengadakan pelatihan motivasi. Kenapa? Karena mereka semua sudah self-motivated sehingga tidak membutuhkan mario teguh.

Bagaimana perusahaan Anda memasukkan orang ke dalam bus? Apakah kompetensi duluan, atau  attitude duluan? Ada sebuah buku yang bisa menjadi referensi bagi para recruiter. Yaitu “Hiring For Attitude” karya Mark Murphy. Baca deh.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

© 2021 Duage Management - Indonesia
Jl. Gudang Peluru Raya Blok A No. 32
Kebon Baru, Tebet – Jakarta Selatan 12830
Telp : 021-83705415 | Mobile : 0811-847-2626
WhatsApp Whatsapp Chat

Log in with your credentials

Forgot your details?